Pemikiran yang Harus Dibuang Jauh Kalau Ingin Skripsi Cepat Beres
Home › Forums › Skripsi/Tugas Akhir › Pemikiran yang Harus Dibuang Jauh Kalau Ingin Skripsi Cepat Beres
- This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated 4 years, 4 months ago by admin.
-
AuthorPosts
-
July 2, 2020 at 3:13 pm #1438adminKeymaster
Buat engkau mahasiswa S1, skripsi adalah kegiatan penelitian yang harus engkau selesaikan pada akhir masa perkuliahan. Lantaran kerap menyita poly pikiran & tenaga, skripsi seringkali dipercaya sebagai suatu 'beban'. Skripsi bahkan bisa jadi dipercaya momok sang sebagian mahasiswa. Gak heran, banyak mahasiswa yg ingin segera mengakhiri skripsinya.
Kalau engkau ingin skripsi cepat selesai, mari hindari lima pemikiran berikut.
1. Masih ada banyak ketika
Meski tergantung pada kebijakan masing-masing kampus, pengerjaan skripsi idealnya dibatasi ketika antara 6 bulan sampai satu tahun. Dengan tenggat saat tersebut, engkau mungkin berpikir bahwa engkau punya waktu yang cukup poly buat mengerjakan skripsi. Dengan begitu, engkau menjadi mudah buat menunda pengerjaan skripsi. Padahal ketika kamu sudah memasuki masa skripsi, ketika akan terasa berjalan begitu cepat lho.
2. Skripsi terlalu gampang
Memang, kita wajib berpikir positif dengan memandang bahwa skripsi bukanlah sesuatu yang sulit. Tapi jangan sampai engkau malah menduga enteng skripsi. Kalau sampai itu terjadi, kamu mungkin akan mudah tergoda buat menunda pengerjaan skripsi.
3. Kemampuan diri sendiri rendah
Poin ini berkebalikan menggunakan poin sebelumnya, yaitu berpikiran bahwa diri kita gak punya kemampuan yang relatif buat doa sholat dhuha menyelesaikan skripsi tepat saat. Padahal, kita seluruh punya peluang yg sama merampungkan tepat saat, dari punya kemauan buat terus berusaha.
4. Dosen pembimbingmu killer
Gak mampu dimungkiri, karakter dosen pembimbing sebagai keliru satu penentu cepat atau tidaknya kamu dalam merampungkan skripsi. Tiap dosen tentu punya karakter berbeda-beda. Ada yang mudah ditemui & perhatian, ada yg susah ditemui, bahkan ada jua yang hobi memberi revisi.
Tetapi misalnya apa pun ciri dosen yang membimbing kamu, kamu wajib tetap menjalin interaksi yg baik dengannya. Jangan sampai engkau berpikir negatif bahwa dosenmu killer, meski andai kata itu memang benar. Killer atau tidaknya dosen sebenarnya tergantung dari pemikiranmu sendiri, lho. Asal engkau permanen berlaku baik dan berusaha mengerjakan skripsi dengan baik, engkau tetap sanggup menyelesaikannya tepat waktu.
5. Bertanya merupakan sesuatu yang memalukan
Dalam mengerjakan skripsi, kita mungkin dihadapkan dalam aneka macam masalah, hal yang membingungkan, atau hal yg kurang dipahami. Dengan situasi seperti itu, bertanya sanggup sebagai solusi yang tepat. Kamu sanggup bertanya kepada orang yg dipercaya mengerti permasalahan yang engkau hadapi, seperti dosen, teman sebagai, senior, alumni, atau bahkan adik kelas.
Sayangnya, beberapa orang mungkin masih merasa gengsi buat bertanya atau bahkan berpikir bahwa bertanya merupakan sesuatu yg memalukan. Padahal dengan bertanya, kamu bisa menjawab permasalahan tersebut dengan lebih cepat daripada wajib mencari memahami semuanya sendiri.
Sebenarnya, kunci primer berdasarkan ketepatan saat pengerjaan skripsi merupakan diri pikiran engkau sendiri. Seberapa sulitnya rintangan yg engkau hadapi selama skripsi akan sanggup kamu atasi berasal kamu permanen berpikir positif & punya kemauan yang kuat. Tetap semangat, ya!
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.